Dengan mengusung tema Thread of Legacy: Ancient Wisdom to Contemporary Arts Exhibition 2025, karya tiga dimensi dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kuningan, Rika Nugraha, M.Sn., terpilih untuk dipamerkan dalam China–Indonesian Cultural Art Exhibition 2025. Pameran seni internasional ini diselenggarakan di Guangxi Normal University, Distrik Diecai, Guilin, Guangxi, Tiongkok, melalui kerja sama dengan ARTLINC (Art Learning Incubator) dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung .
Pameran berlangsung pada 5–10 Desember 2025 dan dirangkaikan dengan berbagai agenda kebudayaan, mulai dari pertunjukan tari tradisional dari kedua negara, workshop tari oleh mahasiswa ISBI Bandung, hingga kuliah umum dan workshop seni dari Guangxi Normal University. Rangkaian acara ditutup dengan pameran karya perupa Indonesia yang telah lolos proses kurasi oleh tim kurator lintas negara.

Tim kurasi terdiri atas Wakil Dekan FSRD ISBI Bandung, Dr. Agus Cahyana, S.Sn., M.Sn., Asisten Kurator Asep Miftahul Falah, S.Sn., M.Ed., serta Lu Lijuan dari Guangxi Normal University. Kurasi ini memastikan kualitas artistik sekaligus relevansi tema budaya yang diusung dalam pameran seni rupa Indonesia–Tiongkok tersebut.
Merajut Warisan Budaya dalam Seni Kontemporer
Tema Thread of Legacy merefleksikan gagasan bahwa warisan budaya masa lalu tidak berhenti sebagai memori, tetapi terus hidup dan berkembang melalui pertemuan, dialog, dan kolaborasi lintas generasi serta lintas negara. Pameran ini bertujuan memperkuat diplomasi budaya Indonesia dan Tiongkok, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai seni rupa yang berakar pada tradisi.
Selain itu, pameran ini menjadi ruang kolaboratif bagi mahasiswa, dosen, dan perupa dari kedua negara untuk mengembangkan minat dan bakat mereka dalam praktik seni kontemporer berbasis kearifan lokal. Thread of Legacy dimaknai sebagai perayaan perjalanan panjang budaya, dari akar tradisi yang mendalam hingga cabang-cabang baru yang tumbuh dalam konteks dunia modern.
“Liu Dong Qi”, Representasi Energi dan Keseimbangan
Karya tiga dimensi Rika Nugraha berjudul Liu Dong Qi menampilkan komposisi garis-garis berkelok yang tersusun dari titik-titik kecil di atas bidang hitam. Susunan tersebut membentuk siluet wajah yang samar, tersembunyi di tengah pusaran aliran visual. Rangkaian titik ini menciptakan ritme yang menyerupai denyut energi, sebagai metafora dari qi, konsep vital dalam kebudayaan Tiongkok yang merepresentasikan aliran kehidupan dan keseimbangan alam semesta.


Melalui Liu Dong Qi, Rika Nugraha menyiratkan bahwa setiap energi yang berputar, mengalir, dan berubah bentuk pada akhirnya menemukan titik perhentian. Sebuah ruang hening ketika qi mencapai keseimbangannya. Dalam keteduhan latar hitam dan kerlipan titik-titik yang berulang, karya ini mengajak penonton merasakan proses menuju ketenangan jiwa dan harmoni batin.
Peran ARTLINC dalam Jejaring Seni Internasional
ARTLINC (Art Learning Incubator) merupakan komunitas seni rupa di bawah naungan ISBI Bandung dan Universitas Muhammadiyah Bandung. Komunitas ini aktif menggagas program kerja sama pameran internasional dengan berbagai negara. Program ARTLINC meliputi pelatihan seni rupa, penelitian, workshop, inkubator kreatif, pameran, serta publikasi karya seni .
Sebagai bentuk kunjungan balasan, pada tahun 2026 mendatang akan diselenggarakan 2nd Exhibition Thread of Legacy yang bertempat di ISBI Bandung. Pameran lanjutan ini merupakan hasil kerja sama antara Guangxi Normal University, FSRD ISBI Bandung, Universitas Muhammadiyah Bandung, serta ARTLINC, sekaligus menegaskan kesinambungan kolaborasi seni dan budaya antara Indonesia dan Tiongkok.
