DOSEN DKV UNIKU JADI SEMI-FINALIST KOMPETISI ILUSTRASI INTERNASIONAL L. RON HUBBARD 2025

Share this to:

Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Ilmu Komputer (FKOM) Universitas Kuningan (UNIKU), Azhar Natsir Ahdiyat, S.Pd., M.Ds., yang dikenal sebagai Ajay Ahdiyat, memperoleh pengakuan di tingkat global setelah dinyatakan sebagai Semi-Finalist Illustrators of the Future Contest periode 4th Quarter Volume 42 (2025) dalam ajang L. Ron Hubbard’s Writers & Illustrators of the Future.

Image

Capaian tersebut menempatkan Ajay pada salah satu tahapan seleksi dalam kompetisi ilustrasi internasional yang diselenggarakan secara berkala setiap kuartal. Melalui sistem penjurian Writers & Illustrators of the Future, seluruh karya peserta dinilai secara anonim, di mana ilustrasi dinilai tanpa diketahui identitas pembuatnya oleh juri. Dengan mekanisme ini, penilaian sepenuhnya bertumpu pada kualitas visual, penguasaan teknik, serta kekuatan gagasan.

Dalam struktur seleksinya, kompetisi ini mengenal beberapa tingkatan, yakni Honorable Mention, Semi-Finalist, Finalist, hingga Quarter Winner. Peserta yang mencapai tahap tertinggi memiliki peluang untuk dimuat dalam antologi tahunan Writers of the Future. Masuknya Ajay pada level semi-finalist menunjukkan bahwa karyanya telah melampaui tahap penyaringan awal dan memperoleh apresiasi dari panel juri profesional, meskipun belum sampai pada posisi pemenang utama.

Ajay Ahdiyat L Ron Hubbard

Setiap periode penyelenggaraan diikuti oleh ilustrator dari berbagai negara dan latar belakang. Tingginya jumlah peserta serta penerapan seleksi anonim menjadikan capaian ini dipandang sebagai bentuk pengakuan profesional dalam konteks partisipasi di arena internasional.

Sebagai akademisi di lingkungan FKOM UNIKU, Ajay menilai keikutsertaan dalam kompetisi global sebagai bagian dari upaya menjaga relevansi praktik kreatif dengan standar industri desain dan ilustrasi dunia. Pengalaman tersebut berpotensi dibagikan kepada mahasiswa DKV UNIKU, khususnya terkait strategi presentasi karya, pemahaman kriteria lomba, serta penyusunan portofolio untuk pasar global.

Dalam ranah pendidikan desain, pencapaian semacam ini kerap dimaknai sebagai sarana pengujian karya secara objektif di ruang terbuka, bukan sekadar berburu gelar juara. Keterlibatan Ajay juga menunjukkan bahwa dosen dari perguruan tinggi di daerah seperti Kabupaten Kuningan tetap aktif menempatkan karya mereka dalam proses seleksi kompetisi internasional yang ketat.

Illustrators of the Future Contest merupakan bagian dari program Writers & Illustrators of the Future yang digagas oleh L. Ron Hubbard. Selama puluhan tahun, kompetisi ini dikenal sebagai platform pencarian talenta baru di bidang ilustrasi serta penulisan genre fiksi ilmiah dan fantasi. Kontes ini terbuka tanpa biaya pendaftaran dan memberikan hak cipta penuh kepada para peserta.

Bagi Prodi Desain Komunikasi Visual Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan, pengakuan yang diterima Ajay Ahdiyat ini menjadi catatan positif dalam penguatan atmosfer akademik yang mendorong dosen untuk tetap produktif berkarya di luar lingkungan kampus. Ke depan, partisipasi dalam forum internasional semacam ini diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran sekaligus memperluas jejaring profesional di bidang desain komunikasi visual.