Dengan semangat pemberdayaan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal, AIDIA (Asosiasi Desainer Komunikasi Visual Indonesia) Ciayumajakuning bersama BUMN (Permodalan Nasional Madani/PNM) dan Samsung Indonesia sukses menyelenggarakan pelatihan Branding & Marketplace dalam program DIVA (Digital, Inovatif & Adaptif). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 10–11 November 2025, bertempat di Himalayan Café Cirebon.

Pelatihan ini diikuti oleh para pelaku UMKM binaan PNM Cirebon, terutama ibu-ibu pembatik dan pedagang kecil, yang selama ini menjadi penggerak ekonomi mikro di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Melalui pendekatan ilmu, teknologi, dan kreativitas desain, kegiatan ini bertujuan membantu para pengrajin batik mengembangkan inovasi produk, memperluas jangkauan pasar secara digital, dan meningkatkan daya saing produk lokal di era modern.
“Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena melalui kegiatan ini kami dapat mendampingi para pengrajin batik dan pelaku UMKM untuk lebih kreatif, adaptif, dan siap menghadapi pasar digital. Kami percaya, desain bukan sekadar bentuk, tetapi juga nilai dan moral yang dapat membangun kehidupan masyarakat,” ujar perwakilan AIDIA Ciayumajakuning, Jerry Dounald Rahajaan, M.Sn., yang juga melibatkan tim dan alumni Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kuningan (UNIKU) sebagai fasilitator pelatihan.





Selama dua hari pelatihan, para peserta dibekali dengan materi branding, strategi pemasaran digital, pembuatan konten promosi, dan praktik langsung fotografi produk menggunakan ponsel Samsung. Dalam sesi praktik, peserta belajar membuat foto produk yang menarik untuk diunggah ke marketplace dan media sosial, sekaligus mendapat pendampingan dalam pembuatan logo usaha yang merepresentasikan identitas produk masing-masing.
Menariknya, meskipun sebagian besar peserta berasal dari latar belakang pendidikan dasar (lulusan SD), mereka menunjukkan antusiasme tinggi dan cepat beradaptasi dengan teknologi baru. Banyak di antara mereka berhasil membuat akun marketplace dan mulai memahami cara memasarkan produknya secara online.
Perwakilan dari Samsung Indonesia menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memberdayakan masyarakat melalui teknologi yang mudah diakses dan aplikatif. “Kami ingin teknologi Samsung bisa menjadi alat pemberdayaan, bukan sekadar perangkat, terutama bagi para pelaku UMKM perempuan,” ungkapnya.
Program ini juga menjadi langkah nyata AIDIA Indonesia dalam mengimplementasikan visi besarnya:
“Desain sebagai Penciptaan Moral, dan Desain sebagai Penciptaan Nilai.”
AIDIA Ciayumajakuning berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut di masa mendatang agar dampak positif program pemberdayaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).
“Semoga kegiatan seperti ini menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus bersinergi menciptakan perubahan — dari daerah, oleh daerah, untuk Indonesia,” tutup perwakilan AIDIA Ciayumajakuning.
